Resiko Dan Laba Bisnis Investasi Properti

Resiko dan Keuntungan Bisnis Investasi Properti – Seperti yang telah anda ketahui bahwa ketika ini bidang properti sedang menjadi bisnis dan investasi yang begitu menjanjikan. Hal ini wajar, selain lantaran potensi keuntungan yang tinggi, properti juga dinilai mempunyai resiko yang rendah pula, tidak hanya itu properti juga dinilai sebagai bisnis investasi dengan pangsa pasar yang sangat luas, jadi tidak heran kalau banyak pebisnis dan investor berlomba-lomba untuk menjadi yang nomor satu di bisnis investasi bidang ini.

Tapi yang menjadi catatan, bisnis dan investasi properti ini tidak kebal akan adanya kegagalan, walaupun properti dikenal dengan sejuta keuntungannya, tapi disini juga ada sebuah resiko yang patut diperhatikan dan dipertimbangkan.

Sekecil apapun resiko yang ada, hal tersebut harus dikelola dengan sebaik mungkin, lantaran sanggup jadi hal tersebut malah akan menjadi kerikil sandungan anda. Seperti pepatah jepang yang menyampaikan “Hanya lantaran sebuah paku, kita akan kalah dalam berperang” seorang prajurit berkuda yang membawa gosip musuh, kalau kuda tersebut tertancap paku dikakinya maka sudah tidak sanggup berlari lagi, alhasil terlambat dalam menawarkan gosip penting, hal tersebut sanggup menjadikan kekalahan dalam perang.

Bagi anda yang ingin memulai bisnis dan investasi properti, atau sedang menjalaninya, ada baiknya anda pahami terlebih dahulu faktor apa saja yang menjadi resiko dan keuntungan bisnis investasi properti, hal ini bermanfaat bagi anda untuk menghindari dari kekalahan dalam persaingan. Nah, mungkin beberapa faktor yang akan saya bagikan berikut ini sanggup anda pertimbangkan, dibawah ini ulasannya.

Resiko dan Keuntungan Bisnis Investasi Properti Resiko dan Keuntungan Bisnis Investasi Properti

Keuntungan Bisnis dan Investasi Properti
Potensi keuntungan yang besar, properti menyerupai rumah, perkantoran, tanah, dan lain-lain menawarkan potensi keuntungan yang luar biasa, kenapa? Hal tersebut disebabkan lantaran harga yang selalu naik tajam. Misalkan ketika ini anda membeli sebuah tanah, dua atau tiga tahun kemudian tanah tersebut akan menawarkan keuntungan yang luar biasa, semakin usang anda menunggu maka semakin mahal juga harganya. Dan hebatnya, harga properti sulit sekali bahkan belum pernah mengalami penurunan harga (kecuali kalau pengelolaan yang jelek dan kondisi luar biasa terjadi).

Dapat memakai modal pihak lain, mungkin anda berpikiran “wah kalau harga selalu naik, nantikan juga membutuhkan modal yang besar untuk mendapat properti”, jangan salah, untuk duduk kasus modal anda sanggup memperolehnya melalui pihak lain, yaitu bank. Bank sanggup menawarkan derma kepada anda untuk membiayai properti yang ingin anda dapatkan. Misalnya, anda ingin membeli rumah dengan harga Rp. 500.000.000, anda hanya perlu mengeluarkan dana 20% sampai 30% dari harga tersebut, sisanya sanggup anda peroleh dari derma bank, dan rumah yang anda beli tersebut akan menjadi jaminan kepada bank.

Potensi arus kas yang rutin, selama anda menunggu kenaikan harga properti, dalam masa tunggu itu sanggup anda manfaatkan dengan menyewakan properti anda biar arus kas stabil. Misalkan, properti rumah dengan harga 1.5 miliar, mungkin mempunyai harga sewa sekitar 10 juta sampai 15 juta perbulan. Hasil sewa yang anda dapatkan ini juga sanggup untuk tambah-tambah melunasi hutang bank kalau anda pelakukan derma kepada bank. Lumayan kan?

Pangsa pasar yang luas, properti ketika ini juga dinilai mempunyai pangsa pasar yang cukup luas. Bisa diperhatikan bahwa ketika ini jumlah penduduk semakin banyak, dan mereka membutuhkan daerah tinggal. Belum lagi bisnis-bisnis gres yang bermunculan yang membutuhkan daerah sebagai kantornya. Luas tanah memang tidak sanggup bertambah, lantaran itulah harganya selalu naik, dan hal tersebut tentu akan menguntungkan bagi pebisnis dan investor tanah.


Resiko Bisnis dan Investasi Properti
Regulasi pemerintah, hal ini juga menjadi resiko tersendiri bagi para pebisnis dan investor properti, regulasi pemerintah yang sering menghambat keinginan, kenapa sih menghambat? Misalkan, anda berkeinginan membangun proyek perumahan atau perkantoran, maka duduk kasus yang anda hadapi yakni perizinan dari pemerintah setempat, seringkali perizinan akan memakan proses panjang dan ketat lantaran hal ini berkaitan dengan tata kota dan ruang, dan apesnya lagi kalau perizinan anda ditolak.

Bencana alam, salah satu resiko bisnis dan investasi properti yang anda hadapi yakni peristiwa alam. Bencana alam sanggup terjadi kapan saja, dan sanggup menimpa siapa saja, termasuk menghancurkan properti yang anda miliki. kalau musibah menyerupai gempa bumi dan tsunami menghancurkan properti anda, terperinci hal ini akan menjadikan kerugian yang besar. Nah, untuk mengatasi hal ini mungkin anda harus mengeluarkan biaya lagi untuk mengasuransikan properti tersebut biar sanggup terlindungi.

Permasalahan kredit properti bank, ingat krisis ekonomi global 2008 yang dialami amerika sehingga berdampak pada ekonomi Negara lainnya, krisis tersebut bermula dari kredit perumahan yang diberikan oleh bank. Saat itu bank banyak menawarkan kredit perumahan kepada masyarakat, namun dikemudian hari berbagai masyarakatnya malah tidak sanggup melunasi pinjamannya, tentu hal ini akan berdampak pada keuangan bank, hasilnya banyak bank yang mengalami kebangkrutan. Karena bank mengalami kebangkrutan maka bank tidak sanggup menawarkan derma kepada perusahaan-perusahaan lainnya, dan perusahaan-perusahaan yang mengandalkan derma bank untuk operasi usahanya tentu juga akan mengalami kesulitan keuangan, dan imbas ini mempengaruhi segala sektor ekonomi menyerupai imbas domino.

Membutuhkan perawatan, ketika anda mempunyai properti, anda juga memerlukan sebuah perawatan biar harga properti tidak mengalami penurunan. Misalkan, tetap jaga kebersihan rumah milik anda, menyerupai tembok yang tetap bersih, rumput yang rapi, pagar yang tidak berkarat, walaupun harga untuk perawatan menyerupai cat, memotong rumput, membersihkan pagar tidaklah seberapa, tapi hal itu akan menawarkan imbas negative untuk calon pembeli, mereka berpotensi melaksanakan penawaran yang rendah lantaran melihat kondisi properti yang tidak bersih, padahal kalau dibersihin tidak memerlukan biaya yang tinggi namun proposal akan diberikan dengan harga yang jauh lebih murah dari harga sebenarnya.

Oke, mungkin hanya itu saja ulasan ihwal resiko bisnis properti dan keuntungan investasi properti yang sanggup saya berikan kepada anda. Semoga ulasan ihwal resiko dan keuntungan bisnis & investasi properti diatas sanggup bermanfaat dan menambah wawasan serta pengetahuan bagi anda semuanya. Saya berharap bisnis dan investasi properti yang anda jalankan sanggup sukses dan menawarkan keuntungan yang memuaskan.